Inilah 10 Masalah Rumah Tangga yang Sering Dijumpai pada 5 Tahun Awal Pernikahan

Diposting pada
Sahabat Ummi, banyak wanita yang memimpikan pernikahan bahagia, datangnya seorang pangeran untuk melamar, mengucap akad nikah di depan penghulu dengan mahar terbaik, mendapat nafkah lahir batin, kemudian hidup bahagia selama-lamanya. Demikian juga para pria yang berharap mendapat istri shalihah yang cantik, patuh, serta dapat membantu berbagai tugas kerumahtanggaan.

Sayangnya, seringkali pasangan yang baru menikah merasakan kekecewaan ketika kenyataan tak seindah harapan, apalagi di 5 tahun awal pernikahan begitu banyak permasalahan rumah tangga yang dihadapi, sungguh amat rentan terjadi keretakan jika masalah-masalah ini tidak diantisipasi sejak awal sebelum pernikahan berlangsung.

Apa sajakah 10 masalah rumah tangga yang sering dijumpai pada 5 tahun awal pernikahan? Simak ulasan singkatnya berikut ini:

1. Masalah nafkah

Permasalahan nafkah sungguh tak dapat diremehkan, banyak rumah tangga yang retak di tahun awal pernikahan karena ketidaksamaan pendapat mengenai nafkah.

Ada banyak pria yang merasa nafkah rumah tangga merupakan kewajiban 2 belah pihak, baik suami maupun istri. Sedangkan istri, sekalipun seorang wanita pekerja, tetap saja berharap dinafkahi penuh oleh suami.

Solusi dari permasalahan ini adalah keterbukaan sebelum pernikahan, seorang calon suami tidak perlu malu-malu menyatakan berapa kesanggupan memberi uang nafkah tiap bulannya, atau seorang calon istri juga tak perlu malu menanyakan kesanggupan calon suaminya dalam memberi nafkah, daripada mengalami kekecewaan setelah pernikahan karena tidak bersepakat mengenai hal ini.

2. Istri kurang terampil urusan rumah tangga

Hal lainnya yang sering menjadi masalah adalah ketidakmampuan istri mengurus rumah tangga. Istri tidak bisa masak, tidak bisa mencuci baju, tidak rapi menyeterika, tidak bersih dalam menyapu dan mengepel. Sehingga mengecewakan suami atau bahkan mertua.

Solusi masalah ini adalah kejujuran di masa sebelum pernikahan atau ketika proses taaruf. Katakan jika memerlukan asisten rumah tangga setelah menikah, atau memerlukan mesin cuci misalnya. Seorang calon istri harus terbuka mengenai ketidakmampuannya mengerjakan urusan rumah tangga agar suami tak menuntut lebih terhadapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *