Inilah Cara Pasutri Saling Up Grade Diri dengan Cinta

Diposting pada

4. Ciptakan kebutuhan bersama

Saling menciptakan kebutuhan bersama untuk meningkatkan kesekufuan agar suasana kecenderungan pada pasangan tetap terbangun. Dengan begitu, proses up grade tidak dirancukan dengan sikap saling menyalahkan atau saling menuntut. Misalnya, suami hanya  menuntut istri agar begini dan begitu, padahal ia sendiri masih banyak kekurangan.

5. Komitmen & kesepakatan

Komitmen untuk tidak ‘mandeg’ dan kesepakatan  untuk saling meng up grade   membuat suami-istri siap menanggung konsekuensi yang timbul dari kesepakatan tersebut. “Misalnya, suami tidak akan merasa naïf, kok saya jagain anak…,” tandas ayah 8 anak ini. Kesepakatan membuatnya memiliki kesadaran untuk mendistribusikan sebagian potensinya bagi peran domestik saat istri memiliki peran publik yang lebih luas.

 

Baca juga: Suami Sayang Istri Bisa Memperlancar Rezeki, Ini Alasannya!

 

6. Up grade sesuai potensi

Tidak mungkin potensi pasangan A, kita paksa berubah menjadi B. Paling mungkin adalah bagaimana A menjadi A’. Jangan sampai proses up grade justru menimbulkan perasaan tertekan atau terpaksa.

7. Terbuka dalam belajar

Kembangkan sikap terbuka dalam belajar sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. “Belajar bisa dimana saja, tidak harus kursus atau ikut lembaga pengembangan diri. Yang penting motivasi,” kata Eny. Manfaatkan perkembangan teknologi, internet dan buku-buku, misalnya, sebagai  fasilitas belajar.

8. Kuatkan kesabaran

Saling menguatkan kesabaran dalam menjalani proses uo grade,  terutama saat kita menjumpai sejumlah hambatan keterbatasan, semisal waktu, tenaga, atau keuangan. “Jika kamu tidak menyukainya, maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS 4:19). Bukankah jika kita bersabar, Allah pasti memberikan ganjaran setimpal di surga kelak?

9. Perbaiki komunikasi dan interaksi

Saling memperbaiki komunikasi dan interaksi. Jika semakin sekufu semakin baik komunikasi dan interaksi, maka memperbaiki keduanya adalah cara tepat menuju kedekatan kesekufuan. Sebab, tanpa kita  sadari kesalahan komunikasi dapat melahirkan perasaan negatif, semisal tertekan, kecewa, putus asa, pada salah satu atau kedua pihak.  Perasaan negatif ini jika dibiarkan akan membuat potensi kebaikan pasangan kita mandul atau kerdil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *