Motivasi Cinta Islami yang Hampir Terlupakan (1)

Diposting pada
Motivasi Cinta Islami yang Hampir Terlupakan (1)

Abi dan Ummi, berbicara tentang cinta seolah tak ada habisnya, ada saja kata yang indah untuk memulainya dari manapun. Sehingga ihwal cinta selalu hidup dan episodenya pun semakin panjang. Namun, kisah cinta yang satu ini berbeda dengan kisah cinta pada umumnya, kisah ini diilhami dari sebuah fakta perjalanan hidup anak manusia yang hampir terlupa kepada siapa cinta sejati itu mestinya harus tercurah.

Sebut saja namanya Fulan (Bukan Mawar yah… yang kayak di tivi-tivi kalau menyembunyikan nama asli korban ataupun pelaku kriminal tertentu biasanya begitu.. hehe). Kisah nyata ini In syaa Allah akan menjadi motivasi Cinta Islami kita semakin tinggi. So, jangan kemana-mana baca terus sampai kelar . . .

Begini ceritanya . . .

Fulan, sebagaimana orang pada umumnya setelah menyelesaikan kuliah mencari pekerjaan sehingga bisa segera mandiri. Karena kesenangannya adalah bidang IT dan kuliah dibidang IT, ia kemudian mencari pekerjaan dibidang IT juga. Singkat cerita ia diterima bekerja sebagai surveyor dan instalasi jaringan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia pada suatu perusahaan provider ternama di negeri ini. Subhanallah (Maha Suci Allah) karena telah menjamin rezeki setiap hamba-Nya, ia tak perlu lama untuk menjadi pengacara (Pengangguran banyak acara) karena langsung diterima di perusahaan tersebut. Dari waktu ke waktu kinerja fulan semakin bertambah dan semakin baik pula, sebab ia memiliki karakter totalitas pada setiap apa yang dikerjakan, sehingga para atasan pun semakin nyaman dan senang memiliki tim seperti fulan. Jadilah ia seorang koordinator di bidang surveyor dan instalasi jaringan ke daerah-daerah di negeri ini. Sehingga, dalam sebulan ia bisa mengunjungi beberapa daerah sekaligus untuk kepentingan pekerjaan. Tak hanya daerah yang berkependudukan muslim saja, yang berpenduduk mayoritas non muslim pun ia kunjungi semata-mata karena tugas dari kantor.

Dalam kunjungannya ke beberapa daerah tersebut, motivasi cinta Islami yang dimilikinya betul-betul terjaga, bahkan suatu ketika ia pernah selama delapan bulan tidak memakan daging dan hanya memakan nasi berlauk sayuran saja. Karena daerah tempat ia harus menyelesaikan proyek tersebut memakan waktu yang cukup lama. Itu semua dilakukan karena ia serius menjaga motivasi cinta Islami yang dimilikinya. Fulan selalu ingat kepada Allah, bahwa jika ia tergoda untuk memakan daging yang “sebenarnya halal” tersebut ia khawatir akan memasukan makanan yang kemudian akan menjadi daging bahan bakar api neraka, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dikatakan bahwa “Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.”. as-suht disini maksudnya adalah makanan dari yang haram-haram, baik dari harta yang haram maupun dari jenis makanan yang haram. Hal ini yang selalu membayang-bayangi fulan sehingga ia tidak memakan makanan yang “sebenarnya halal” tersebut.

Iya, makanan tersebut “sebenarnya halal” yaitu ayam dan sapi, tetapi karena fulan melihat prosesnya secara langsung bagaimana daging yang “sebenarnya halal” tersebut yaitu berasal dari pasar yang sama, di mana proses penyembilahannya sudah tergabung dengan penyembelihan hewan-hewan terlarang alias haram dalam Islam. Seperti babi, tikus, dan lain-lain. Sehingga ia lebih memilih menjadi seorang vegetarian dari pada harus memakan makanan daging tersebut.

 1. Menjaga Motivasi Cinta Islami itu Indah

Semakin fulan menjaga motivasi cinta Islami yang dimilikinya, maka semakin ia merasa dekat dengan Allah Swt. sampai kemudian ia memiliki satu harapan dan target dalam beberapa tahun kedepan ia akan membawa keluarganya ka tanah Haramain, niatnya minimal Umrah saja dulu yang penting semua keluarga bisa ikut. Tidak mengherankan, ia berani membuat harapan dan target tersebut karena memang tunjangan sebagai koordinator lumayan memadai.

Namun, beberapa bulan selama penyelesaian proyek berjalan, fulan mendapat suatu ujian dari Allah Swt. dan ujian yang datang kepadanya berbeda dengan ujian sebagian orang. Jika sebagian orang mendapatkan ujian berupa kesulitan dan kesempitan hidup yang sementara. Berbeda dengan fulan yang mendapatkan ujian berupa kesenangan dan sudah tentu penghasilannya pun semakin bertambah.

Ujian inilah yang menjadi titik krusial ujian ketangguhan motivasi cinta Islami yang dimiliki fulan kepada Islam dan kepada Allah Swt.

[bersambung]. . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *