Saat Harus Berbagi Kewajiban dengan Suami

Diposting pada
Sahabat Ummi, berbagai pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak tak bisa dipasrahkan kepada seorang ibu. Ayah pun ikut berperan. Sayangnya ada beberapa kaum hawa yang masih memiliki pikiran kurang percaya jika harus memasrahkan pekerjaan tersebut kepada pasangannya. Mereka lebih memilih menitipkannya kepada asisten rumah tangga, orangtua atau saudara perempuannya. Padahal, jika sahabat Ummi mencobanya, pasangan pun akan siap menerima. Toh, menikah dan memiliki anak adalah tanggung jawab bersama, bukan melulu urusan ibu saja.

Sampai disini, sebenarnya sudah terbaca bahwa kita perlu bekerja sama dengan pasangan dalam urusan rumah tangga.  Lalu bagaimana agar semuanya bisa berjalan sukses? Bagaimana mengawalinya?

1. Bicarakan baik-baik segala kegiatan istri setiap harinya. Sampaikan juga perlunya waktu bersama bagi istri. Saat berdiskusi, ingatlah untuk tidak terlalu menuntut peran suami, jadi istri pun paham dengan jam kerja suami yang padat.

2. Cobalah menitipkan buah hati ke suami saat istri harus mandi, salat, memasak atau saat harus memenuhi kebutuhan dapur.

 

Baca juga: Disangka Tugas Istri, Sebenarnya Hal Berikut Ini adalah Kewajiban Suami

 

3. Yakinlah pada suami dengan membiarkan suami melakukan caranya dalam mengasuh buah hati.

4. Jangan mencela gaya asuhan suami. Cukup pelajari dan amati saja. Jika ada yang kurang disetujui, bermusyawarahlah bersama di waktu istimewa misal saat sedang makan berdua atau sedang berjalan-jalan. 

5. Pujilah gaya asuhan suami dengan menunjukkan foto-foto atau rekaman film saat suami mengasuh buah hati. Cara ini akan dianggap spesial bagi suami dan anak kelak.

6. JIka pembagian tugas sudah luwes, buatlah jadwal yang telah dikompromikan antara suami dan istri. Jangan lupa, ajak anak (usia di atas 5 tahun) untuk ikut memutuskannya. Orang tua perlu menyertakan pendapat anak agar anak siap memutuskan akan bersama siapa dalam menjalani kegiatannya. Namun jika disebabkan dengan pekerjaan yang tak bisa ditolerir, bicarakan dengan baik di depan anak dengan bahasa yang mudah dipahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *