Tips Penting Agar Tidak Ada Pihak Ketiga dalam Rumah Tangga 

Diposting pada
Sahabat Ummi, salah satu penyebab munculnya perpisahan dalam sebuah hubungan adalah munculnya pihak ketiga. Pihak ketiga bisa saja orang yang tidak kita kenal maupun yang kita kenal. Hal yang paling berpotensi menjadi pihak ketiga adalah sahabat atau teman dekat pasangan kita.

Namun sahabat Ummi, tidak perlu terlalu khawatir dan berlebihan. Berikut ini hal-hal yang bisa kita perhatikan agar tidak ada pihak ketiga muncul:

1. Bina hubungan baik dengan pasangan

Ini merupakan kunci agar rasa sayang dan cinta selalu subur. Berusaha selalu ada setiap pasangan membutuhkan kita. Selalu memberikan semangat bagi pasangan kita. Menjadi tempat berbagi suka, duka, cerita, dan masalah dari pasangan kita. Lengkapi hubungan selalu dengan kejutan-kejutan kecil agar terasa tidak bosan. Hiasi hari dengan penuh mesra dan kasih sayang.

2. Bila ada masalah, selesaikan langsung dengan pasangan kita

Saat terdapat masalah dengan pasangan, selesaikan langsung dengan pasangan. Sebisa mungkin selesaikan berdua dulu. Jangan libatkan pihak ketiga. Jangan saling menyalahkan akan tetapi saling introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan, dan jangan gengsi untuk minta maaf duluan.

3. Jangan sering bertengkar dan melakukan kesalahan

Usahakan tidak sering bertengkar atau melakukan kesalahan. Hal ini karena ketika masalah sering berulang akan membuat pasangan kita lama-kelamaan menjadi bosan. Pas waktu ini rentan masuk pihak ketiga.

4.  Fokus dengan pasangan kita

Tetaplah fokus dan terpusat kepada pasangan kita. Jangan terusik dengan orang ketiga yang kemungkinan bisa muncul kapan saja. Berikan yang terbaik bagi pasangan kita. Jaga komitmen dan kepercayaan yang diberikan pasangan kita.

 

Baca juga: Kenali Penyebab Selingkuh

 

5. Berikan kepercayaan kepada pasangan kita seutuhnya

Muslimah harus bisa memberikan kepercayaan kepada pasangan kita. Yakin dan percaya jika pasangan kita akan menjaga kepercayaan kita. Jangan terlalu cepat cemburu atau curiga namun muslimah harus tetap  waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *